Tampilkan postingan dengan label meaningful. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meaningful. Tampilkan semua postingan

INTROSPECTION


Don't expect to be appreciated if you can't appreciate.
Don't expect to be respected if you can't respect.
Don't expect to be heard if you won't listen.
Don't expect loyalty if you can't be loyal.
Don't expect honesty if you can't tell the truth.

DO NOT EXPECT IF YOU ARE NOT WORTHY OF IT.
Continue >>>

thank you for your 'thanks'


nothing can make me happier than hear someone say 'thank you'.

just knowing that someone is happy because of what we've done, or simply for being there for them, it just gives me the best feeling.

recently, one of my friends said thank you to me. i know it's something usual, but strangely it made me feel wonderful. he thanked me for the 1,5 hour chat we did. he said thank you ONLY for the short chat we had the night before. to me, the chat was nothing special. just talking with an old friend about what we want for the future, laughing at how foolish we were when we were still kids, remembering the good old times we had together. turns out it meant something to him, it made him think more seriously about what he wanted for his future. and he said thank you for it. it gives me a great feeling to know that only a simple chat could actually do some good for someone else :)

this is why i always try my best to make others happy. i want to make my presence meaningful to those around me.

my happiness is seeing others happy :)
Continue >>>

trust


trust isn't something that can be achieved easily. it must be earned through hard work and with high perseverance. especially with people who find it hard to trust others, sometimes it takes years to win their trust.

trust is also something very valuable. hard to get, easy to lose. once you've lost someone's trust, it will be very very hard to retrieve back. much harder than earning it in the first place.

my advice: keep the faith that people have in you. make sure you don't do anything that can cost the trust people have in you. cause realize it or not, TRUST is one of the most valuable and priceless things in the world.
Continue >>>

unforgettable words


entah kenapa, tiba-tiba aku inget waktu dulu nongkrong di perpus (gaya gitu nongkrongnya di perpus) sama beberapa anak ipa 7 (baca posting "in the library"). waktu itu, nuna yang duduk di sebelah aku tiba-tiba nanya ke aku (ga akan ada di postingan the library, sang blogger lupa masukin. hehee...).

"far, aku mo nanya. kata-kata apa yang paling pengen kamu denger dari orang lain, dan kalo kamu denger kata-kata itu, kamu gak akan pernah lupa??"

aku rada bingung jawabnya. mikir dulu. tiba-tiba a-d ngejawab pertanyaannya (padahal nuna nanyanya ke aku. wkwkwk. bae lah). "'makasih'. kalo buat aku mah kata 'makasih'"

aku merenung. kalo dipikir-pikir, iya juga sih. aku juga sering mengharapkan ucapan terima kasih. jaman semakin canggih, manusia jadi semakin sering lupa mengucapkan hal-hal kecil yang berarti seperti kata 'terima kasih'. kata2 itu emang pendek tapi mungkin aja kata2 pendek itu bisa membuat seseorang merasa dirinya berarti bagi orang lain. contohnya, tukang parkir atau orang yang suka ngebantu lalu lintas gang2 kecil (gatau dah istilahnya apa, tapi ngerti lah ya). kita emang biasa ngasih mereka duit sebagai tanda terima kasih, tapi apa itu cukup?? coba kalo kita kasih uangnya sambil senyum dan bilang 'makasih ya, pak'. pasti mereka ngerasa lebih dihargain dan membalas senyum kita. membuat orang lain tersenyum dan membuat hati orang lain senang itu ibadah kan?? lagian kita juga pasti ikut ngerasa seneng kok.

tapii... kayaknya kata-kata 'terima kasih' emang kata-kata yang sering diharapkan, tapi aku pasti gampang lupa. apalagi aku emang tipe orang yang pelupa banget, lebih2 dari orang lain. dan baru-baru ini malah kepikiran kata-kata lain yang pasti aku inget dan gak akan dilupakan. dan pastinya sangat diharapkan. AKU PEDULI.

yaa, sebenernya ini bisa dalam bentuk kata-kata atau dalam bentuk sikap. kebanyakan orang-orang menunjukkan ini dalam bentuk sikap. kita jelas seneng lah kalau orang lain (apalagi orang-orang terdekat kita) nunjukin kalo mereka peduli sama kita. yaa, gak smua org juga sih. tapi kalo aku emang ngerasa kayak gitu. dan aku emang orang yang bener-bener bakal ngerasa tersanjung dan seneng kalo orang lain nunjukin mereka perhatian dan peduli sama aku. aku tipe orang yang ngehargain perhatian sekecil apapun, dan pasti aku inget sampe kapanpun.

jadi jawabannya?? 'makasih' dan 'aku peduli'. tapi dua-duanya gak sepenuhnya memenuhi syarat nuna. 'makasih' gampang aku lupain, 'aku peduli' bukan dalam bentuk kata-kata. oiah!!! ada satu lagi. aku sangat mengharapkan kata-kata ini bisa aku denger. entah dari siapa. entah kapan. tapi yang jelas harus ditujukan buat aku seorang. dan kalo kata-kata ini udah diucapin, aku gak akan pernah lupa seumur hidupku. kata-kata apa itu??

I LOVE YOU.
Continue >>>

berpikir


tiap kali aku pulang sendiri naik angkot dan gak lagi tidur, aku selalu mikir. ngelamun keluar jendela, terputus dari dunia luar. kadang malah nyampe gak nyadar udah sampe di tujuan.

banyak hal yang aku pikirin di angkot. nasib pengamen cilik yang aku liat di jalan. perbandingan kehidupan orang-orang elit sama orang-orang yang berjuang mati-matian cuma buat makan. kehidupan. kematian. Amal. Dosa. sikap dan sifat orang. macem-macem dah.

tapi kebanyakan yang jadi bahan pikiran aku kalo lagi ngelamun di angkot adalah hidupku sendiri. ada saat-saat aku bersyukur sama hidupku sekarang kalo ngeliat orang cacat duduk di tepi jalan dengan wadah kosong di depan mereka. ada saat-saat aku mikirin sikap dan sifat jelek yang harus aku perbaiki. ada saat-saat aku inget kenangan lucu sama temen-temen. ada saat-saat aku tiba-tiba inget masa lalu kelam yang pernah aku alamin. dan yang paling sering, aku mikirin masalah-masalah yang lagi aku alamin. ini bahkan belom sebagian dari semua yang pernah jadi bahan pikiranku selama pulang sendiri naik angkot.

kadang-kadang aku bisa sampe nahan ketawa atau senyum-senyum sendiri di angkot kalo mikir kayak gini. hampir kayak orang gila memang. Tapi ada juga saatnya aku pura-pura tidur sambil nutupin muka pake jaket atau buang muka keluar jendela belakang, padahal sebenernya aku gak bisa nahan air mata.

aku nganggep kemampuan aku mikir di tempat umum kayak angkot ini suatu anugrah. aku bersyukur aku bisa manfaatin satu setengah jam buat mikirin hal-hal yang berguna daripada ngelamun gak jelas.

tapi ternyata ‘kemampuan’ aku mikir ini juga kadang bisa bikin aku celaka. waktu itu aku pulang naik angkot sendirian dari gerlong sore-sore. kebetulan siang hari itu dan emang dari hari sebelumnya, emosiku agak labil gara-gara sesuatu. selama sejam lebih aku naik angkot itu, pikiranku melayang mikirin siapa yang salah, apa mungkin sifatku yang harus diperbaiki, apa mungkin suatu saat nanti aku bakal ngelakuin hal yang sama, dan semua yang berhubungan sama ‘sesuatu’ itu. waktu turun dan harus nyebrang jalan raya, ternyata hubunganku sama dunia luar masih belom pulih 100%. masih ada bagian dari pikiranku yang masih terputus dari suasana sekeliling. alhasil, aku ketabrak motor. untungnya gak sampe jatoh. tapi sekarang aku belajar untuk gak terlalu larut dalam pikiranku.

buat pembaca, cobalah gunakan waktu kosong kayak saat-saat duduk di angkot lebih berguna. pikirin hal-hal yang bisa membuatmu lebih bijaksana. yaa, asalkan jangan kelewatan kayak aku. Cukup aku aja deh yang ngalamin ditabrak motor. percaya deh, banyak berpikir bisa memperkaya hati dan pikiran…
Continue >>>

sopir angkot juga manusia


Sabtu, 070209

Hari ini indah banget!!! One of the best days in my life!!! Juga menyentuh hati…

Aku berangkat ke sekolah sekitar jam setengah 10, buat ngumpul bareng anak ipa7. Sebenernya mau nonton tanding basket SMA 2 Bandung jam 1, tapi pindah jam jadi jam 10 gara-gara mau ngerjain temen yang ulang tahun. Gak disangka, ternyata di perjalanan, aku ngeliat hal-hal yang ternyata bisa aku jadiin pelajaran...

Pertama, waktu naik angkot cimahi-ledeng yang masih ngetem, ternyata di pintu angkot ada ibu-ibu yang kewalahan sama anaknya yang nangis-nangis. Saking kewalahannya, kayaknya si ibu itu gak nyadar aku mau masuk angkot, jadi gak minggir dikit buat ngasih jalan. Aku sih gak apa-apa, tapi jadi gak sengaja nyenggol orang sana-sini (mungkin gak sengaja nginjek kaki orang juga, hhe...). Aku duduk di sebelah ibu itu soalnya angkotnya udah penuh, tapi agak deket ke pojok (gak di pojoknya gara-gara ada cowok yang udah nempatin).

Sumpah, aku gak tega banget liat anaknya nangis sampe kayak gitu. Apalagi ngeliat dari penampilan ibu dan anak itu, kayaknya mereka termasuk kalangan orang yang gak terlalu mampu. Dan yang bikin aku kesel, si sopir angkotnya kayak yang gak peduli!! Udah tau ada anak kecil yang lagi nangis histeris kayak gitu, bukannya langsung berangkat, tapi masih nungguin penumpang lagi. Padahal tu angkot udah lumayan penuh!!! Aku jadi kesel banget sama tu sopir angkot!! Si ibu itu udah ngebujuk pake cara ini, cara itu, tapi anaknya tetep gak mau diem. Waktu aku liat kaki anaknya yang nendang-nendang ke arah aku, aku langsung merinding. Kulit di kakinya gelap kayak yang habis kebakar, dan banyak luka-lukanya. Aku makin gak tega aja ngeliat pasangan ibu-anak ini.

Untungnya habis ada penumpang lagi yang naik, angkotnya jalan juga (tapi masih ragu-ragu juga jalannya, masih takut ada penumpang yang ketinggalan). Anak itu masih nangiiiisss aja. Semua cara yang dilakuin ibunya buat nenangin anaknya gak ada yang berhasil. Udah dibujuk kalo rumahnya udah deket, anaknya makin histeris aja nangisnya. Sama ibunya mau disusuin, malah makin ngeberontak aja. Si ibu itu berulang kali minta maaf sama penumpang yang lain, padahal aku yakin mereka semua pasti maklum. Namanya juga anak kecil.

Sampe suatu saat, si ibunya ngebujuk pake bahasa sunda yang aku gak ngerti dan berhasil bikin anaknya berhenti nangis. Yang ketangkep sama aku cuma ada ’anjing hitam’-nya. Habis itu, anaknya akhirnya mau diem dan disusui sama ibunya. Terus ibu itu noleh ke aku dan bilang maaf. Mungkin si ibunya agak gak enak, gara-gara posisi menyusuinya bikin kaki anaknya itu jadi kena aku. Yaa, emang posisinya gak pewe sama sekali, tapi aku gak keberatan, yang penting ibu itu udah gak kerepotan lagi. Yang keliatan keberatan malah cowok di sebelah aku yang duduk di pojok banget (tadi udah disebutin lho). Posisi ibunya bikin aku tertekan ke samping kanan, tempat si cowok duduk. Kayaknya dia risih banget ketindihan aku, kayak yang nyangka aku pengen deket-deket dia. Iih, emangnya aku mau duduk sebelah dia?? Ogah aku juga deket-deket orang yang gak ada pengertian sama sekali kayak gitu...

Aku pikir ucapan si ibu tentang rumahnya yang udah deket itu emang beneran. Ternyata ibu itu gak turun sampe udah deket gerlong, tempat semua penumpang harus turun. Aku kepikiran, seandainya anaknya gak mau diem sama sekali sampe mereka turun, ibu itu pasti kerepotan banget megangin anaknya yang berontak terus.

Habis kejadian itu, aku masih kepikiran satu hal. SI SOPIR ANGKOT. Kok bisa ada orang yang tega ngedenger anak kecil nangis histeris dan gak ngelakuin apa-apa, padahal dia punya kesempatan buat sedikit aja meringankan masalah. Ibu itu udah beberapa kali minta supaya angkotnya langsung jalan, tapi sopirnya diem aja. Keukeuh pengen ngetem dulu. Padahal kalo angkotnya langsung jalan, anak itu bisa lebih cepet sampe rumah dan lebih cepet berhenti nangis. Bukannya aku gak suka denger anak kecil nangis (bukan berarti suka juga, mana ada tangisan yang enak didenger??), tapi kan nangis histeris kayak gitu kan bikin capek juga.

Tapi terus aku kepikiran lagi. Sopir angkot itu juga ngetem buat nyari duit. Siapa yang tau?? Mungkin aja keadaan ekonomi dia juga gak lebih baik dari ibu sama anak itu. Mungkin aja di rumahnya dia juga punya anak yang nangis minta makan. Sebenernya aku gak suka mikirin hal-hal kayak gini. Aku tipe orang yang gak tegaan sama hal-hal kayak gini. Tapi gak tau kenapa, pikiranku gak bisa dialihkan ke hal lain. Lama-lama, aku jadi pengertian juga sama sikap si sopir angkot itu. Aku jadi bersyukur, ternyata aku masih dikasih rezeki yang cukup.

Tapi gak itu aja. Dalam satu hari ini, aku ngeliat dua kejadian yang menyentuh hati. Dalam satu perjalanan malah. Habis turun dari angkot cimahi-ledeng itu, aku nyebrang jalan. Aku gak langsung naik angkot, soalnya angkotnya pasti ngetem lama dan aku gak suka itu. Jadi aku jalan dulu agak jauh ke bawah, sampe udah lewat daerah tempat angkot ngetem. Mungkin sekitar setengah menit nunggu, akhirnya lewat angkot kalapa-ledeng.

Waktu aku naik, aku lagi-lagi kebagian tempat duduk di sebelah kiri angkot. Di seberang aku, ada ibu-ibu lagi (tapi gak keliatan setua ibu yang tadi). Waktu aku perhatiin, ternyata di bagian matanya yang item ada lingkaran putihnya. Aku spontan mikir kalo ibu itu matanya kena katarak, dan gak bisa ngeliat dengan jelas. Waktu aku liat ke pangkuannya, ternyata aku salah. Di tangan ibu itu, di bawah tas yang dia pangku, ada beberapa tabung besi yang keliatannya nyambung-nyambung sama tali. Aku langsung sadar kalo aku salah duga. Ternyata ibu itu bukannya gak bisa ngeliat dengan jelas, tapi ibu itu gak bisa ngeliat sama sekali alias BUTA. Tabung-tabung besi yang dipegang ternyata tongkat khusus orang tuna netra yang biasa dipake buat bantu jalan, tapi dalam keadaan dilipat. Lagi-lagi aku gak tega ngeliatnya dan memalingkan muka keluar jendela.

Gak berapa lama kemudian, angkot itu masuk ke pom bensin. Waktu angkotnya berhenti, ibu yang duduk di seberang aku itu ngomong sama sopir angkotnya, minta diturunin di hegarmanah. Sopir angkotnya gak ngasih respon sama sekali. Noleh pun nggak. Tapi ibu itu tetep diem aja, nggak ngomong lagi. Rasa sebel sama sopir angkot lagi-lagi muncul. Apa sih susahnya nolehin kepala dikiiit aja?? Seenggaknya bilang ’iya’.

Waktu angkotnya lagi jalan, si sopir angkot ngomong. Ternyata nanya ke ibu yang di seberang aku. ”Ibu hegarmanahnya di mana??”. Ibunya jawab, hegarmanah yang deket McD. Sopir angkotnya gak ngerespon lagi, dan ibu itu juga lagi-lagi diem aja. Aku langsung mikir, ’Nanyanya telat banget sih?? Bukannya tadi waktu pertama kali ibunya minta tolong!’.

Setelah beberapa menit kejadian tanya-menanya itu, angkot itu pelan-pelan minggir ke kiri jalan. Padahal gak ada yang bilang ’kiri’, nandain kalo mau turun. Sopir angkotnya langsung ngomong ”Bu, ini udah di hegarmanah”, tapi dengan nada dingin dan mukanya tetep gak noleh ke belakang. Ibu itu langsung berdiri pelan-pelan, dan turun dari angkot dibantu ama penumpang yang lain. Waktu ibu itu mau ngasih uang, sopir angkot itu ngomong sesuatu yang bikin aku tersentak.

”Gak usah bu, udah aja”. DEG!!! Aku bingung. Tadi sopir angkotnya nunjukin sikap cuek, tapi sekarang?? Lagi-lagi aku salah sangka sama seorang sopir angkot, untuk KEDUA KALINYA. Mbak-mbak yang duduk di seberang pintu angkot, di belakang sopirnya, juga langsung senyum. Aku bisa baca bibir salah satu mbak-mbak itu yang ngebisik ke temennya: ’sopirnya baik’. Aku juga setuju 100% kalo ucapan mbak itu bener.

Hari ini bener-bener ngasih pelajaran buat aku. Dulu aku SEBEL BANGET sama sopir angkot. Suka ngetem, ngasih kembalian kurang, dan hal lain-lain yang sama nyebelinnya. Kejadian hari ini, sedikit ngubah pandangan aku sama mereka. Ternyata gak semua sopir angkot nyebelin. Mereka juga punya kehidupan sendiri kayak kita, kita cuma gak tau aja keadaan mereka kayak gimana. Mereka juga sama-sama punya hati kok. Gak jauh beda sama orang lain. Yaa, sopir angkot kan manusia juga...

Tapi tetep aja, gak semua sopir angkot sifatnya kayak yang hari ini aku liat...
Continue >>>

Friendship???


Friendship.
Alias persahabatan.

Sahabat itu apa sih?? Semua orang punya pendapat beda-beda. Ada yang nganggep sahabat itu teman yang selalu ada untuk kita. Ada yang bilang sahabat itu temen kita yang paling deket. Ada juga yang bilang sahabat adalah orang yang paling bisa kita percaya. Masih banyak lagi yang punya pendapat lain tentang sahabat.

Buat aku, semua pendapat di atas emang bener. Tapi buat aku, itu semua masih belum cukup buat mewakili arti seorang sahabat.
Buat aku, seorang sahabat punya arti yang buanyaaak banget.
  1. Sahabat itu orang yang nggak selalu ada di samping kita setiap saat, tapi selalu ada di samping kita setiap saat kita butuh mereka. Kalau sahabat kita selalu ada di samping kita, itu bukan sahabat namanya, tapi bodyguard. Semua orang punya kesibukan masing-masing, gitu juga sahabat kita. Jadi, kita jangan berharap sahabat kita selalu ada.
  2. 'A true friend is someone who walks in when the whole world walks out' yang artinya 'seorang teman sejati adalah orang yang masuk ke dalam hidup kita ketika seluruh dunia malah menjauhi kita. Intinya adalah, sahabat itu orang yang bisa nerima kita apa adanya. Walaupun semua orang di sekitar kita menjauh karena alasan gak tau apaan, dia adalah orang yang masih bertahan di samping kita.
  3. 'A best friend is one who believes in you when you have ceased to believe in yourself'. Pokoknya intinya gini: sahabat itu orang yang percaya sepenuhnya sama kita, bahkan di saat-saat kita aja udah gak bisa percaya sama diri kita sendiri. Mereka yang ngasih motivasi ke kita kalo kita lagi perlu dukungan. Mereka yang ngehibur kita kalo kita lagi down.
  4. quote yang terakhir ini murni ciptaan aku sendiri. 'Kalau kita kehilangan seorang pacar, pasti suatu saat nanti akan ada orang lain yang menggantikan. Tapi kalau kita kehilangan sahabat, sangat susah buat mencari penggantinya'.
Karena itulah, katakan ini pada sahabatmu:

Don't walk behind me, I may not lead
Don't walk in front of me, I may not follow
Walk beside me and be my friend...
Continue >>>

Clock

Labels

Followers

 

a blue blog ♣ ♣ ♣ Mamanunes Templates ♣ ♣ ♣ Inspiração: Templates Ipietoon
Ilustração: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)